GARUT – Kegembiraan yang sempurna tak nampak pada para korban banjir bandang Garut saat merayakan hari kemenangan Idul Fitri, karena mereka harus rela merayakan seadanya di pengungsian.
Usai melaksanakan Salat Ied, para pengungsi langsung kembali ke tempat pengungsian, yang tidak terlihat adanya makanan khas lebaran, yakni santapan ketupat, pakaian baju koko atau baju lebaran. Mereka hanya mengenakan pakaian biasa.
” Sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, berlebaran bisa berkumpul dengan keluarga di tempat yang layak, serta bisa menggunakan pakaian baru,” ujar Asep salah satu pengungsi yang menempati pengungsian wisma LEC yang berada di Kecamatan Tarogong Kidul.
Dikatakannya, kesedihan sangat dirasakan ketika anak-anak kecil melihat anak lainnya yang bukan warga korban banjir bandang mengenakan pakaian baru.
Sementara pengungsi lainnya, Mimin mengaku, lebaran tahun ini sangat berbeda dengan lebaran tahun lalu. Soalnya, selain berlebaran di pengungsian, anak, suami dan menantu tewas diterjang banjir bandang dan ada yang masih belum ditemukan.
” Saya bisa berlebaran dengan para pengungsi lainnya, tidak ada keluarga yang menemani,” singkatnya, mengutip Fokus Jabar, Selasa (27/6/2017).





