Trump Dibuat Kelimpungan, Akhirnya ‘Haramkan’ Transgender Masuk Tentara

Para transgender di 5 angkatan militer Amerika Serikat. Kini Trump melarang mereka jadi tentara. Foto: GI

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, hari ini Kamis (27/7/2017) mengumumkan para transgender tidak diterima sebagai anggota militer AS, dengan alasan besar biaya medis dan perawatan mereka.

Pada akhir Juni 2017, kepala Pentagon Jim Mattis menunda selama enam bulan aturan yang diberlakukan di bawah Pemerintahan Barack Obama yang menerima calon anggota militer dari kalangan transgender.

Saat ini, diperkirakan 2.500 sampai 7.000 orang transgender termasuk di antaranya 1,3 juta anggota militer yang tugas aktif di berbagai angkatan militer AS.

“Setelah berkonsultasi dengan para jenderal dan ahli militer saya, mohon diperhatikan bahwa Pemerintah Amerika Serikat tidak akan menerima atau mengizinkan individu transgender untuk melayani dalam kapasitas apapun di Militer AS,” ungkap Trump dalam tweet-nya.

“Militer kita harus fokus pada kemenangan yang menentukan dan luar biasa dan tidak dapat dibebani dengan biaya medis yang luar biasa dan gangguan yang harus dilakukan transgender di militer. Terima kasih. Isu hak transgender di Amerika telah semakin menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir, terutama mengenai bagaimana negara mengatur penggunaan toilet umum,” jelasnya.

Administrasi Trump menghadapi demonstrasi awal tahun ini setelah menolak perlindungan federal era Obama yang mendesak sekolah untuk mengizinkan siswa transgender menggunakan kamar mandi sesuai dengan identitas gender mereka, bukan jenis kelamin di akte kelahiran mereka.

Bulan lalu, Pentagon mengatakan kelima angkatan bersenjata AS telah menunda penerimaan rekrutmen dari kalangan transgender sampai 1 Januari.

“Kita ingin meninjau kembali rencana aksesi mereka dan memberi masukan mengenai dampaknya terhadap kesiapan dan tingkat kematian pasukan kami,” kata juru bicara Dana White dalam sebuah pernyataan.

Pekan lalu, White menjelaskan bahwa berbagai layanan tidak sepakat kapan harus menerima calon transgender.

Advertisement