MIDETERANIA – Sebuah pemandangan yang memilukan seorang wanita hamil dan beberapa anak-anak berada di antara pengungsi yang tewas, ketika ditemukan di sebuah sampan karet terombang-ambing di tengah laut mideterania.
Sebuah badan amal Spanyol menemukan perahu karet itu, Selasa (25/7/2017), dengan 167 pengungsi yang masih hidup dan berharap pertolongan. Namun di tengah perahu karet itu ada 13 orang yang sudah tewas di antaranya ada ibu hamil dan anak-anak.
Lebih dari 2.200 migran telah meninggal dunia ketika mencoba mencapai Eropa melalui Mediterania sejauh tahun ini, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi – yang berarti rata-rata 10 orang sehari melakukan perjalanan.
Misi penyelamatan terakhir yang menyedihkan berada di 15 mil lepas pantai Sabratha, Libya dan para pengungsi yang berada di kapal mengalami dehidarasi dan kepanasan mengakibatkan lebih dari belasan kematian.
Uni Eropa telah memperpanjang mandat operasi angkatan laut, yang menargetkan penyelundupan pengungsi di Laut Tengah sampai akhir 2018 dan menugaskannya untuk memantau perdagangan minyak ilegal dari Libya.
Seperti diinfokan Daily Mail, Operasi Sophia dilancarkan dengan kapal laut dan pesawat terbang, yang selalu memantau Laut Tengah. Operasi itu bertujuan memutus jaringan penyelundupan dan melatih penjaga pantai Libya untuk menghentikan arus pengungsi yang mencoba melakukan perjalanan berisiko dari Libya ke Italia dengan perahu yang tidak layak.
Berikut Foto-fotonya:



















