JAKARTA (KBK) – Merespon krisis kemanusiaan yang menimpa warga Rohingya di Negara Myanmar, Dompet Dhuafa segera salurkan bantuan yang terbagi dalam dua aspek.
GM Resource Mobilization Dompet Bambang Suherman mengatakan, secara khusus Dompet Dhuafa telah menganggarkan Rp 2,5 miliar dari dana umat untuk disalurkan sebagai bantuan kemanusian Rohingya. Ada pun aspek pertama yang bakal diberikan ialah bantuan yang bersifat urgent seperti makanan dan kesehatan serta sanitasi kepada warga rohingya di Rakhine State mau pun yang telah mengungsi ke perbatasan Bangladesh.
“Rohingya adalah isu yang sangat krusial bagi DD, keterlibatan DD sudah dilakukan sejak tahun 2012. Kali ini DD kembali mempertegas dan memperkuat posisi dalam konflik kemanusiaan untuk menyerukan penyetopan kekerasan yang terjadi atas dasar apa pun,” ujar Bambang di Zona Madina, Bogor (7/9).
Selain pemberian bantuan jangka pendek, dikatakan Bambang DD juga segera menyalurkan bantuan jangka menengah yang bertujuan untuk rekonsiliasi masyarakat yang bertikai, yakni dengan memberikan akses pendidikan berupa program pendampingan sekolah kepada anak-anak Rohingya dengan sistem mengirimkan guru untuk membentuk suatu model pendidikan yang berkualitas.
“Sistem pendidikan yang terbangun akan melahirkan asimilasi antar warga yang berbeda etnis di sana,” tambahnya.
Berikutnya yakni dengan cara membangun pasar yang dinamai pasar perdamaian. Bambang menilai dengan hadirnya pasar maka antar warga akan terbangun rasa saling membutuhkan.
“Kami juga inisiasi pasar perdamaian, dengan adanya ruang interaksi yang besar melalui sistem transaksi maka akan terbangun rasa membutuhkan sehingga gap konflik yang ada akan menyempit dengan sendirinya,” tutur Bambang





