MYANMAR – Militan Muslim Rohingya mengatakan bahwa mereka siap untuk menanggapi setiap langkah damai oleh pemerintah Myanmar.
Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) tidak mengatakan tindakan apa yang akan dilakukan setelah gencatan senjata berakhir pada tengah malam pada hari Senin namun bertekad untuk menghentikan tirani dan penindasan yang dilakukan terhadap orang-orang Rohingya.
“Jika pada tahap apapun, pemerintah Birma cenderung untuk berdamai, maka ARSA akan menyambut baik kecenderungan dan keterpencilannya,” kata kelompok tersebut dalam sebuah pernyataan, Sabtu (7/10/2017), dilansir Reuters.
Namun juru bicara pemerintah tidak segera bersedia memberikan komentar.
Ketika ARSA mengumumkan gencatan senjata satu bulannya dari 10 September, seorang juru bicara pemerintah mengatakan, “Kami tidak memiliki kebijakan untuk bernegosiasi dengan teroris.”





