Si Kembar Anida dan Andika Terpisahkan Maut Longsor Pangandaran

Anida digendong salah satu keluarganya/ Tribun Jabar

PANGANDARAN – Anida,  bayi delapan bulan korban selamat tanah longsor di Kecamatan Sidamulih Kabupaten Pangandaran terpisah dari saudara kembarnya, Andika yang tewas pada Sabtu (7/10/2017) dini hari.

Anida merupakan korban selamat bersama dengan ayahnya Rahman (40). Sementara ibunya Yuyun (35), kakaknya Aldi (5) dan neneknya Arsih (55) tewas saat longsor menghantam dinding rumahnya hingga jebol.

“Anida baru dilahirkan delapan bulan yang lalu. Ia selamat karena tidur bersama ayahnya Rasman,” ujar Umayah (43), yang merupakan keluarga korban, kepada Tribun Jabar.

Ditambahkannya, saat longsor terjadi, Anida pun tidak rewel menangis. Biasanya, bayi Anida atau saudara kembarnya Andika akan menangis semalaman karena hujan besar.

Bersama Ayahnya Rasman dan kakaknya Ari, Anida pun tinggal sementara di rumah milik kakaknya yang hanya berjarak sekira 50 meter dari lokasi longsor.

 

Kehilangan ibu kandung, kakak dan nenek mungkin belum dirasakan Anida yang masih dibawah usia satu tahun. Namun untuk ke depannya, Anida hanya akan dirawat oleh ayahnya. Hal tersebut mengundang banyak keprihatinan termasuk dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

Mensos Khofifah memperlihatkan keprihatinannya terhadap Anida, dimana saat dia meninjau lokasi bencana pada Selasa (10/10/2017), dia mencoba menggendong Anida.

“Ini Anida yang ditinggalkan oleh saudara kembarnya Andika saat terjadi longsor,”ungkapnya, dikutip PR.

Selain memberikan kasih sayang pada Anida, Mensos juga menyerahkan bantuan senilai sekitar Rp 251 juta kepada Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata juga memberikan santynan senilai 15 juta rupiah perorang kepada korban longsor.

Khofifah pun berpesan pada warga agar lebih berhati-hati terutama yang tinggal di daerah-daerah yang kemungkinan potensi longsornya cukup tinggi, karena menurutnya ada 323 kabupaten/kota di Indonesiayang potensi tinggi terhadap kemungkinan terjadi bencana alam.

“Jadi yang berisiko tinggi kan kita bisa melihat hunian-hunian yang cukup drastis seperti ini. Seperti di Banjarnegara Jawa Tengah. Apabila intensitas hujan melebihi dari yang normal, itu bisa kemungkinan ada pergerakan tanah dan terjadi longsor,” ucapnya.

 

Advertisement