BALI – Bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Sangkaragung dan Desa Pergung, Kabupaten Jembrana, mengisolasi ratusan warga setempat.
Di Dusun Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, puluhan rumah warga terendam banjir yang diduga akibat jebolnya tanggul sungai yang melintasi wilayah tersebut pada Selasa (17/10/2017).
“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul sungai itu, agar tidak setiap hujan rumah kami kebanjiran,” kata Made Dharma Santika, salah seorang warga, kepada Antara.
Dari 20 rumah yang terendam banjir, delapan diantaranya masuk kategori berbahaya karena ketinggian air mencapai dua meter, sehingga pihak kelurahan mengungsikan delapan keluarga tersebut ke tempat yang aman.
Sementara bencana tanah longsor terjadi di Dusun Pangkung Lubang Kaja dan Pangkung Apit, Desa Pergung yang menyebabkan ratusan rumah warga kehilangan akses jalan.
Longsor terjadi pada Senin (16/10/2017) malam, dimana tebing setinggi 20 meter di dusun ini longsor dan menutup satu-satunya akses jalan ke wilayah tersebut.
Selain jalan, longsor juga menyebabkan kerusakan jaringan PLN yang menyebabkan terputusnya aliran listrik ke sekitar 300 keluarga yang tinggal di dua dusun tersebut.
Kepala Desa Pergung I Ketut Wimantra mengatakan, akibat tanah longsor ini, murid sekolah yang berasal dari dua dusun tersebut terpaksa diliburkan karena tidak ada jalan.
Untuk membersihkan jalan dari material longsoran, tidak berapa lama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana beserta alat berat datang ke lokasi.




