Rohingya Kehabisan Tempat untuk Kuburkan Jenazah Saudaranya

Rohingya kehabisan tempat untuk kuburkan jenazah saudaranya/ Al Jazeera
BANGLADESH – Derita pengungsi Rohingya masih terus berlanjut, bukan hanya untuk tinggal saja, bahkan untuk menguburkan jenazah saudara-saudara mereka pun mereka sulit mendapatkan tempat.
Misalnya pengungsi Rohingya Amir Mia yang membawa jenazah kakeknya yang telah meninggal melalui kamp ekspansi Balukhali di kota pelabuhan Cox’s Bazar di Bangladesh.
Dia membawa kakeknya yang sudah tua dan meninggal karena penyakit terkait usia. Gelombang pengungsi Rohingya telah meninggalkan Myanmar selama beberapa dekade terakhir telah meninngkat membuat   penduduk kamp telah mengubur orang-orang yang telah meninggal di manapun mereka bisa menemukan tempat itu.
Tanpa lahan yang disisihkan untuk pemakaman oleh pemerintah Bangladesh, para pengungsi telah mengidentifikasi situs mereka sendiri.

Kuburan kecil di mana Amir sedang mengubur kakeknya sudah terlihat penuh sesak. Kuburan dikemas erat,  dimanapagar bambu  memisahkan satu dari yang lain.

Mohammad Alam, 16 tahun, yang lahir di Bangladesh setelah orang tuanya meninggalkan Myanmar pada 1990-an, menjelaskan bahwa ayahnya adalah pemimpin satu blok kamp dan seorang penggali kubur yang bertanggung jawab untuk menggali kuburan untuk penghuni bloknya.

Menurut Mohammad, pemakaman telah padat dan membuat tiga atau empat mayat ditempatkan di setiap kuburan setelah masuknya pengungsi baru-baru ini.

“Tidak seperti kehidupan, kematian adalah kebenaran yang tak terelakkan dan di sini tidak ada yang bisa dikubur dengan damai karena kita harus menggali kuburan tua untuk mengubur yang baru,” ungkapnya, dilansir Aljazeera.

 
Advertisement