Ada 12 Titirk Rawan Bencana di Banjar

Ilustrasi bencana

BANJAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar menemukan  12 titik daerah rawan bencana di Banjar dan sebagian besar ancaman tersebut berupa tanah longsor atau pergerakan tanah serta rawan banjir dan angin puting beliung.

Kepala BPBD Kota Banjar, Yayan Herdiaman mengungkapkan, ancaman rawan longsor tersebut banyak ditemukan di wilayah kaki Gunung Babakan maupun Gunung Sangkur. Ancaman terjadi longsor, lanjutnya, meningkat seiring dengan datangnya musim hujan.

“Kami terus melakukan sosialisasi mengingatkan warga yang tinggal di lereng atau bukit untuk lebih waspada, terlebih saat turun hujan. Jika ditemukan tanah retak atau rekahan, segera ditutup, sehingga air tidak masuk,” kata dia.

Dari empat kecamatan, kata Yayan, beberapa desa yang rawan bencana tanah longsor di antaranya terdapat di Desa Cibeureum, Jajawar, Batulawang, Binangun dan Mulyasari. Sedangkan rawan banjir di antaranya Desa Rejasari, Waringinsari, kemudian wilayah Purwaharja dan Karangpanimbal.

“Berdasarkan catatan sebelumnya, selain banjir, longsor, dan pergerakan tanah, juga potensi terjadinya angin puting beliung. Di antaranya beberapa desa di Kecamatan Pataruman dan Langensari,” tutur Yaya, dilansir PR, Rabu (25/10/2017).

Sementara upaya untuk meminimalisasi kemungkinan korban, BPBD juga menyerukan agar masyarakat lebih meningkatkan Siskamling. Kegiatan tersebut merupakan salah satu metode untuk melakukan deteksi dini.

 

 

Advertisement