BANTEN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengimbau warga setempat yang tinggal di sepanjang bantaran daerah aliran sungai diimbau waspada terhadap siklus ancaman banjir lima tahunan.
Banjir lima tahunan diprediksi terjadi akhir 2017. “Kita memiliki sungai besar di Lebak, yakni Ciujung, Ciberang, Cimadur, Ciliman, Cidurian, dan Cisimeut,” katanya di Lebak, Sabtu (28/10/2017).
Ancaman siklus banjir lima tahunan sebelumnya pernah terjadi di Kabupaten Lebak, yakni pada tahun 2002, 2007, dan 2012. Diprediksikan ancaman banjir siklus lima tahunan berpeluang di akhir tahun 2017.
Dilansir Antara, Kaprawi mengimbau warga di sepanjang bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa. Selain itu, juga mencegah kerusakan material cukup besar sebab masyarakat yang tinggal di bantaran aliran sungai mencapai ribuan kepala keluarga.
Ancaman banjir di kawasan itu akibat meluapnya air sejumlah sungai besar hingga ke permukiman penduduk dengan ketinggian di atas satu meter. Menurut Kaprawi, daerah langganan banjir di Kabupaten Lebak tercatat 15 kecamatan. Antara lain, Rangkasbitung, Cibadak, Cileles, Kalanganyar, Cigemblong, Muncang, Cimarga, Leuwidamar, Panggarangan, Gunungkencana, Malingping, Banjarsari, Bayah, Wanasalam, dan Sobang.
Kelima belas desa tersebut terdapat sebanyak 62 desa yang hingga kini daerah berpotensi banjir. Apabila hujan deras secara terus menerus, dia berharap warga yang tinggal di bantaran sungai mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Meskipun saat ini Kabupaten Lebak relatif aman, dia tetap meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi bencana alam tersebut. BPBD juga mempersiapkan peralatan evakuasi, antara lain, perahu karet, pakaian pelampung, kendaraan dapur, tenda, dan logistik, serta obat-obatan.





