SURIAH – Korban tewas akibat serangan udara di sebuah kota di Suriah telah meningkat menjadi 61 orang, dimana pemberontak jihadis menyalahkan pesawat tempur Rusia yang telah melakukan serangan hari Senin (13/11/2017) tersebut.
Pemberontak mengatakan mereka akan melawan pasukan Suriah Bashar al-Assad dan pendukung Rusia dan Iran dalam konflik enam tahun itu.
Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan tiga serangan udara menghantam pasar di Atareb, sebelah barat Aleppo, Atareb dikenal sebagai zona de-eskalasi berdasarkan kesepakatan antara Turki, Rusia dan Iran untuk mengurangi pertumpahan darah. Namun meski ada usaha diplomatik, pertempuran berlanjut di banyak daerah, termasuk Aleppo, Idlib, Raqqa, Deir al-Zor dan Hama.
“Zona tersebut melakukan pertempuran yang terus meningkat,” kata penasihat kemanusiaan PBB Jan Egeland kepada Reuters. Tapi akhir-akhir ini, “telah terjadi peningkatan pertempuran juga.” tambahnya.