UNICEF: Ratusan Anak di Ghouta Butuh Bantuan Medis Mendesak

Ilustrasi seorang anak perempuan sedang bermain di tengah reruntuhan bangunan di Aleppo
SURIAH – Badan anak-anak PBB telah meminta evakuasi segera sejumlah anak-anak Suriah yang sakit  di pinggiran kota Damaskus, di tengah kekerasan yang terus berlanjut.

UNICEF dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (10/12/2107) mengatakan lima anak di Ghouta Timur dilaporkan meninggal dunia, sementara 137 lainnya memerlukan bantuan medis segera.


Anak-anak, yang berusia tujuh bulan sampai 17 tahun, tidak dapat diberikan  pertolongan medis dengan kondisi mulai dari gagal ginjal dan malnutrisi berat hingga luka yang diderita dari konflik.

“Situasi semakin memburuk dari hari ke hari,” kata Fran Equiza, perwakilan UNICEF di Suriah.

“Sistem kesehatan hancur dan sekolah sekarang telah ditutup hampir sebulan. Anak-anak yang sakit sangat membutuhkan evakuasi medis dan ribuan lainnya ditolak kesempatan untuk memiliki masa kecil yang normal dan damai.” tuturnya, dilansir Aljazeera.

Ghouta Timur, 15 km dari ibukota Suriah, telah dikelilingi oleh pasukan pemerintah selama empat tahun, dengan pengepungan tersebut meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

UNICEF memperkirakan  400.000 orang yang tinggal di sana hampir terputus dari bantuan kemanusiaan sejak 2013.

Hampir 12 persen anak balita di Ghouta Timur menderita malnutrisi akut, tingkat tertinggi tercatat sejak awal konflik Suriah pada tahun 2011.

Dalam laporan sebelumnya, UNICEF mengatakan bahwa biaya makanan pokok dan persediaan memasak di Ghouta Timur meningkat dengan cepat, dimana biaya roti lebih dari 85 kali di Damaskus, membuat makanan menjadi sangat sulit bagi sebagian besar penduduk.

Petugas UNICEF, yang pada konvoi antaragen PBB yang paling baru-baru ini ke kota Nashabieh di Ghouta Timur, menggambarkan “salah satu situasi kesehatan dan gizi terburuk sejak konflik dimulai di Suriah”.

Dalam pernyataan hari Minggu, UNICEF mengulangi seruannya untuk “akses kemanusiaan tanpa hambatan, tanpa syarat dan berkelanjutan” kepada anak-anak di Suriah.

“Sekarang saatnya semua pihak melakukan hal yang benar dan menghentikan kekerasan,” kata Equiza.

Advertisement