Umat Islam Indonesia Akan Sampaikan Petisi Terkait Yerusalem di Kedutaan AS

Demo dukung Palestina di Jakarta, (8/12/2017). Protes pernyataan Trump pindahkan Ibukota Israel ke Yerusalem. Foto:Jun Aditya

JAKARTA – Gerakan Indonesia Bersatu Bela Palestina, Senin (18/12/2017) besok akan mengirim delegasi guna mendatangi Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta.

Delegasi yang dipimpin Ketua Umum MUI, KH Aruf Amin bersama sejumlah pimpinan ormas Islam itu akan menyampaikan petisi berupa penolakan terhadap pernyataan Presiden Trump.

Dilansir Republika.co.id, dalam petisi yang dibacakan Sekjen MUI Anwar Abbas itu, sejumlah poin penting akan disampaikan.

Di antaranya adalah penolakan umat Islam Indonesia terhadap klaim Presiden Trump terkait status Kota Yerusalem karena telah menciderai rasa keadilan. Meminta orang nomor satu AS itu untuk segera mencabut keputusannya.

Jika AS tidak segera mencabut keputusan sepihaknya terkait klaim kota Yerusalem sebagai ibukota Israel, maka AS akan kehilangan legitimasi sebagai penengah dari perdamaian antara Palestina – Israel. Mendesak semua negara untuk menolak pengakuan sepihak dan ilegal dari Presiden Trump.

Selain itu, umat Islam Indonesia mendesak seluruh negara di dunia, khususnya yang tergabung dalam OKI, untuk segara memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau minimalnya tidak ikut memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Selanjutnya, mendukung hasil KKT Luar Biasa yang digelar di Istanbul, Turki, pada tanggal 13 Desember 2017 kemarin.

Dilanjutkannya,  jika Presiden AS tetap tak bergeming dan mencabut keputusannya, maka Umat Islam Indonesia akan mendesak PBB untuk segera melakukan sidang istimewa dan membekukan AS dari keanggotaannya di PBB serta memindahkan Markas Besar PBB dari AS ke negara lain.

 

Advertisement