BOJONEGORO – Banjir mengancam wilayah hilir Jawa Timur, yakni di Bojonegoro akibat adanya kenaikan air Bengawan Solo di Jurug, Solo Jawa Tengah, juga Ngawi, Jumat (19/1/2018).
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro MZ. Budi Mulyono mengatakan sesuai data di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, bahwa ketinggian air Bengawan Solo di Jurug, Solo, mencapai 7,67 meter (siaga II-kuning) Jumat pukul 06.00 WIB.
“Informasinya pagi tadi ketinggian air di Jurug, saat ini masih naik,” ucapnya.
Begitu pula, ketinggian air Bengawan Madiun di Ndungus, Ngawi, juga masuk siaga banjir dengan ketinggian mencapai 6,90 meter (siaga I-hijau) pukul 09.00 WIB.
Akibat adanya kenaikan air di hulu itu, lanjut dia, ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer ke arah hulu dari kota, dan di taman Bengawan Solo (TBS) masing-masing 26,27 meter dan 9,65 meter pukul 12.00 WIB.
Meski demikian, menurut dia, pengaruh kenaikan air di Jurug, Solo, yang masuk siaga banjir tidak terlalu besardi daerah hilir, termasuk kenaikan air di Ndungus, Ngawi. Sebab jarak Solo dengan hilir Bojonegoro cukup jauh, apalagi hari ini tidak ada tambahan hujan deras di daerah hulu.
Namun BPBD juga mewaspadai potensi ancaman bencana banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang, tanah longsor yang terjadi selama Januari-Februari.
Sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang, bahwa selama dua bulan itu curah hujannya tinggi berpotensi menimbulkan banjir, juga tanah longsor.





