JAKARTA-Awal tahun 2016 ini diperkiran curah hujan di Jakarta mulai tinggi. Camat dan lurah se-Jakarta Utara diminta untuk standby 24 jam dan melaporkan situasi wilayah.
Hal ini bertujuan untuk mengevaluasi lokasi-lokasi mana yang masih terjadi genangan dan banjir.
“Saya minta seluruh intansi terkait, camat, lurah dan intasi lainnya untuk standby 24 jam memonitor wilayah. Jika ada genangan atau banjir secepatnya laporkan,” tegas Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi di hadapan SKPD dan UKPD Pemkot Jakarta Utara kemarin seperti diberitakan Poskota, Sabtu (2/1).
Menurutnya laporan itu dilakukan tujuannya untuk memonitor perkembangan yang terjadi sehingga dapat dievaluasi apakah perlu penangan serius atau tidak
Selain itu, kepada seluruh pejabat di Jakarta Utara untuk memastikan saluran lingkungan warga atau yang lainnya jangan ada yang mampet.
Selain itu Camat dan Lurah, untuk mencatat nomor telepon penjaga pompa di wilayah masing-masing agar bisa berkoordinasi saat terjadi banjir agar dapat secepatnya menghidupkan pompa air.
Rustam juga mengimbau kepada Lurah dan Camat maupun pimpinan unit terkait,harus memonitor wilayah yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing dan jangan narik selimut.
“Tak kalah pentingnya alat komunikasi baik HP atau HT, jangan dimatikan, sehingga kalau dihubungi masih bisa menjawab, “ kata Rustam yang merasa kecewa saat hujan kemarin masih ditemukan alat komunikasi pejabat mati atau tak bisa di hubungi.
Selain itu kepada kepala UKPD dan SKPD yang mendapat giliran piket diminta juga harus memonitor wilayah. “Selama ini saya lihat banyak pejabat sore hari sudah pulang. Makanya nanti sewaktu-waktu akan saya cek apakah ada yang piket atau tidak,”tegas Rustam Effendi.





