PRANCIS – Prancis telah mengatakan akan meluncurkan tindakan intervensi jika klaim serangan kimia pemerintah Suriah yang baru di Ghouta Timur terbukti benar.
Aktivis di Ghouta Timur, sebuah daerah pinggiran ibukota Suriah, Damaskus, merilis video pada hari Rabu yang menunjukkan bom turun, mengklaim bahwa serangan tersebut terjadi di kota pemukiman Hamouriyah.
Video tersebut menunjukkan korban berjuang untuk bernafas.
“Jika penggunaan senjata kimia ditemukan, diverifikasi, dikaitkan dan penggunaan senjata kimia membuat orang mati, Prancis akan mengambil tindakan intervensi untuk mencegah perkembangbiakan senjata kimia,” ungkap Jean-Yves Le Drian, menteri luar negeri Prancis, dikutip oleh kantor berita resmi Xinhua.
Pemerintah Suriah telah menolak klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa pemberontak yang putus asa mencoba untuk mendistorsi fakta.
“Kemarin malam adalah malam yang paling gelap dan paling mengerikan yang pernah mereka lakukan. Mereka menggunakan fosfor, napalm, bom curah dan gas klorin,” ujar Ammar al-Selmo, seorang pekerja bantuan sukarela untuk Pertahanan Sipil Suriah, mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon dari pihak oposisi.
“Kemarin malam adalah malam yang paling gelap dan paling mengerikan yang pernah mereka lakukan. Mereka menggunakan fosfor, napalm, bom curah dan gas klorin,” ujar Ammar al-Selmo, seorang pekerja bantuan sukarela untuk Pertahanan Sipil Suriah, mengatakan kepada Al Jazeera melalui telepon dari pihak oposisi.





