BANDUNG – Selama dua bulan terakhir ini Badan Geologi mencatat kejadian gempa bumi di Indonesia mendominasi dibanding gerakan tanah, longsor, maupun letusan gunung berapi.
Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, mengatakan bahwa sebanyak 434 kejadian gempa bumi terjadi di seluruh Indonesia dengan berbagai skala intensitasnya. Dari 434 kejadian di antaranya menyebabkan 2.850 rumah rusak.
Kedua, yang terbanyak memakan korban yaitu gerakan tanah atau longsor yang tercatat sudah 252 kejadian gerakan tanah dan 84 kali longsor di seluruh Indonesia tepatnya di 25 kabupaten/kota.
Di Jawa Barat terjadi di Bogor, Sukabumi, dan Tasikmalaya. Akibat serentetan kejadian itu, ada 555 rumah rusak dan menelan 54 korban jiwa.
“Penanganannya kami turunkan tim tanggap darurat untuk melakukan pemeriksaan agar tidak ada korban. Relokasi kampung dan lainnya,” ujarnya, di Badan Geologi, Jalan Surapati, Kota Bandung, Kamis (8/3/2018), dilansir PR.
Selain itu, selama rentang Januari dan Februari itu, dari 69 gunung api yang diamati ada 4 gunung yang erupsi. Erupsi Gunung Agung adalah yang paling besar hingga menyebabkan ribuan orang mengungsi.





