Kemiskinan Membuat Eko Berbulan-Bulan Hidup di Kolong Jembatan

JAKARTA – Dari kejauhan barang rongsok yang tertumpuk di kolong jembatan itu tampak seperti sampah. Namun bila dicermati, terdapat Eko Prasetyo (6) dan ayahnya yang menjadikan kolong jembatan itu sebagai tempat tinggal.

Guna menghalau tiupan angin, ayah Eko hanya membentngkan karung goni. Sudah berbulan-bulan mereka mendiami kolong jembatan Kracaan, Demak, Jawa Tengah. Tak ada kasur, bantal atau barang berharga apa pun yang ayah Eko miliki.

Sebelumnya ayah Eko adalah penarik becak. Ia lalu bercerai dengan istri dan mengambil hak asuh Eko. karena himpitan ekonomi becak itu lalu di jual dan ayah Eko hidup menggelandang.

Seperti dilansir dari @polsekdemakkota Banyak warga yang bersimpati dengan keadaan keduanya lalu melapor ke Polsek Demak. Mendapati kabar tersebut, Kapolsek Demak Iptu Sugeng Riyadi dan Kanit Sabhara Aiptu Nur Wijayadi bergegas mendatangi lokasi.

Kepada Sugeng, ayah Eko mengaku sebelumnya becaknyalah yang digunakan untuk tempat tinggal. Mereka berdua hidup dengan cara mengamen dan meminta-minta. Mendengar cerita tersebut Sugeng mengajak keduanya ke Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut dan agar dapat bersekolah dan hidup dengan layak.

Namun setibanya di kantor Dinas Sosial sang ayah merasa masih mampu membiayai kehidupan Eko. Dia menolak Eko dimasukkan ke panti sosial atau panti asuhan.

“Dia merasa ini anak saya dan saya berhak mengasuhnya,” kata Sugeng

Advertisement