BANTEN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi meminta masyarakat Kabupaten Lebak, Provinsi BantenĀ mewaspadai banjir dan tanah longsor sehubungan curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di wilayah Lebak dilanda hujan deras disertai angin kencang. Potensi cuaca buruk tersebut berlangsung siang hingga sore hari dan berpeluang terjadi bencana alam.
Kabupaten Lebak masuk kategori daerah langganan banjir dan longsor karena terdapat aliran sungai, perbukitan, dan pegunungan. Biasanya jika curah hujan tinggi dipastikan sejumlah sungai meluap sehingga banjir menerjang di permukiman warga yang tinggal di bantaran sungai.
Selain itu hujan tinggi mengakibatkan terjadi pergerakan tanah dan menimbulkan longsor, terutama warga yang tinggal di perbukitan dan pegunungan. “Kami meminta masyarakat mewaspadai bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya, Ahad (8/4/2018), dilansir Antara.
Menurut Kaprawi, saat ini jumlah desa di Lebak yang menjadi langganan longsor 41 desa dan banjir 42 desa di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira. Di daerah itu terdapat perbukitan, pegunungan, dan daerah aliran sungai.
“Kami mengoptimalkan personel dan relawan siaga menghadapi cuaca buruk itu,” katanya.





