Sepuluh Tahun Kehilangan Kaki Akibat Serangan Israel, Pejuang Palestina ini Tewas di Demo Gaza

Fadi Abu Salah/ AA

GAZA – Seorang pejuang Palestina, Fadi Abu Salah (30) adalah satu dari 62 korban yang tewas di tangan pasukan Israel saat melakukan demonstrasi damai di dekat pagar perbatasan Gaza-Israel.

Pria difabel yang sudah lama dikenal sebagai aktivis ini turut memprotes pendudukan Israel dan relokasi kedutaan  besar AS ke Yerusalem.

Sudah sepuluh tahun, sejak 2008, kedua kaki Fadi harus diamputasi  setelah serangan salah satu pesawat nirawak kiriman Israel ke Gaza membuatnya cidera.

Kini, Fadi tewas akibat peluru menembus dadanya.

Dalam wawancara dengan Anadolu Agency yang dilakukan pada 30 Maret, Fadi sempat berkata dia akan terus berpartisipasi dalam demo-demo di Gaza “sampai Palestina bebas dan pendudukan [Israel] diangkat”.

Amina, sang istri  mengingat ketika dia bersama mendiang suami dan kelima anak mereka turut ambil bagian dalam protes nahas itu.

“Tentara Israel melempari kursi rodanya dengan bom gas beberapa kali,” tutur dia.

“Fadi ingin menunjukkan kesetiaanya pada Palestina dan Yerusalem; dia ingin musuh tahu kalau kami bersedia mengorbankan nyawa kami untuk Masjid Al-Aqsa,” imbuhnya.

“Saat saya mendengar berita itu dari telepon, saya merasa tak percaya. Saya segera lari ke rumah sakit. Di sana, saya melihat saudara laki-lakinya mendorong kursi roda Fadi yang sudah kosong dan saya tahu dia telah menjadi martir,” kenang Amina penuh duka.

Kepada para pembunuh suaminya, Amina bertanya, “Mengapa mereka harus membunuh dia? Mengapa mereka harus merenggut seorang ayah dari anak-anaknya?”

“Para pembunuh ini tak punya belas kasih, tak punya hati nurani,” ujar dia tentang tentara Israel.

Advertisement