Kebutuhan Logistik di Barak Pengungsian Merapi Mencukupi

Ilustrasi Lokasi pengungsian banjir Jakarta/ beritajakarta

YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjamin kebutuhan logistik dan obat-obatan di barak-barak pengungsian saat ini tersedia dengan jumlah yang mencukupi.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sleman Makwan mengatakan saat ini masyarakat lereng Merapi sudah makin sadar situasi dan waspada sehingga mereka akan dengan sukarela mengungsi jika terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi.

“Mereka dengan kesadaran mengungsi secara mandiri saat Merapi bergolak sehingga pemerintah mempersiapkan logistik dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ia mengatakan pada erupsi freatik yang terjadi beberapa kali dalam dua pekan ini, pemerintah daerah langsung menyiapkan kebutuhan logistik bagi para warga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Tagana langsung menyiapkan makan dua kali, sahur disiapkan selimut dari Dinsos, BPBD ada di lapangan,” katanya.

Makwan mengatakan untuk respons warga lereng Merapi terhadap letusan pada Jumat (1/6) malam terjadi pergerakan warga di masing-masing wilayah.

“Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan bergerak ke tempat pengungsian di Balai Desa Glagaharjo. Asal pengungsi?Dusun Kalitengah Lor sebanyak 70 jiwa, Dusun Kalitengah Kidul 26 jiwa dan Dusun Srunen dua jiwa. Hingga tadi pagi pukul 08.00 WIB masih terdapat 13 jiwa yang terdiri dari 12 lansia dan satu balita yang masih berada di Balai Desa Glagaharjo,” katanya.

Ia mengatakan warga Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem bergerak ke tempat pengungsian di SD Sanjaya Tritis. Asal pengungsi dari Dusun Turgo 26 jiwa, sedangkan tempat pengungsian berupa rumah warga di Kemiri Kebo asal pengungsi Dusun Ngandong dua jiwa.

“Saat ini warga sudah kembali ke rumah masing-masing,” katanya, dilansir Antara.

Advertisement