Makin Geram dengan Layang Kertas, Israel Blokir Pengiriman Bahan Bakar di Gaza

Ilustrasi
GAZA – Gerakan perlawanan Hamas Palestina telah memperingatkan Israel tentang konsekuensi berbahaya ketika rezim mengencangkan pengepungan tidak manusiawi di Jalur Gaza dengan memblokir pengiriman bahan bakar ke daerah kantong pantai.

Pada tanggal 9 Juli, Israel memberlakukan sanksiĀ  menutup penyeberangan Kerem Shalom, saluran utama Gaza untuk perdagangan, untuk sebagian besar barang dagangan, kecuali bahan bakar, makanan dan obat-obatan.

Militer Israel mengatakan penutupan itu akan terus berlanjut selama pengunjuk rasa Palestina mengirim layang-layang dan balon-balon bermuatan bahan yang mudah terbakar ke wilayah-wilayah pendudukan.


Pada Senin malam, Menteri urusan Urusan Militer Israel mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa Avigdor Lieberman telah memutuskan untuk menghentikan transfer bahan bakar ke Gaza dari Selasa pagi hingga Minggu sebagai tanggapan teror yang dilakukan Hamas.

“Lieberman, dalam konsultasi dengan kepala staf, telah memutuskan untuk menutup Kerem Shalom menyeberang ke impor minyak dan gas sampai hari Minggu ini,” kata pernyataan itu.

Pernyataan itu juga mencatat bahwa Israel telah mengurangi wilayah di mana nelayan Gaza diizinkan untuk memancing, dari enam mil laut menjadi tiga.

Sebagai tanggapan, juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengutuk penutupan Israel Kerem Shalom menyeberang sebagai kejahatan terhadap rakyat Palestina.

“Penutupan pendudukan Israel atas Kerem Shalom yang menyeberang dan mencabut Gaza dari kebutuhan hidup paling sederhana adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang akan ditambahkan ke daftar kejahatannya dengan mengorbankan orang-orang Palestina termasuk mereka yang tinggal di Jalur Gaza,” katanya, dikutip Press TV..

“Langkah-langkah pendendam ini mencerminkan tingkat penindasan dan keburukan kejahatan yang dihadapi Gaza, yang akan memiliki konsekuensi berbahaya yang mana pendudukan akan memikul tanggung jawab penuh,” tambahnya.

Israel mengatakan telah kehilangan setidaknya 2.500 hektar lahan pertanian, cagar alam dan hutan karena kebakaran yang disebabkan oleh layang-layang dan balon yang menyala.

Israel melakukan serangan udara reguler terhadap warga Palestina di Gaza dengan dalih memukul sasaran Hamas. Jalur Gaza juga berada di bawah pengepungan Israel yang tidak manusiawi sejak 2007 dan menyaksikan tiga perang sejak 2008.

Advertisement