Korban Lombok Masih Harapkan Bantuan Terpal

ilustrasi Pengungsi beristirahat dalam tenda darurat yang dibangun di sekitar pemukiman tempat tinggal mereka di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (6/8). Warga terpaksa tinggal di tenda darurat di ruang terbuka seperti sawah, lapangan dan halaman rumah mereka karena khawatir akan adanya gempa susulan, dan para pengungsi berharap mendapatkan bantuan berupa makanan, air dan selimut. ANTARA

LOMBOK – Warga terdampak gempa  Lombok, Nusa Tenggara Barat, sampai sekarang tetap mengharapkan adanya bantuan terpal dan selimut untuk beristirahat pada malam hari.

Munawir Haris, warga Dusun Labuan Pandan, Lombok Timur yang rumahnya sekitar 5 kilometer dari pusat gempa 6,9 SR pada Minggu (19/8) memohon ada donatur yang membantu karena pengungsi di daerahnya sudah kritis tempat tinggal. “Sampai sekarang belum ada juga bantuan terpal,” katanya.

“Saat ini kami tengah butuh terpal dan rencananya kami akan membeli saja,” tandasnya, dikutip Antara, Minggu (26/8/2018).

Sementara dari data relawan LSM Garda Cakra Indonesia (GCI) menyebutkan kebutuhan yang diminta oleh para pengungsi masih pada terpal dan selimut.

Seperti Desa Tamansari, Kecamatan Gunung Dari, Lombok barat: terpal dan selimut, Desa Mekar Bersatu, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah: Terpal dan Selimut, Dusun Kebun Belek Desa Bujak Kec.Batukliang.Kebutuhan:Beras, Terpal/tenda,Selimut, obat-obatan.

Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, Kebutuhan:Terpal, Selimut dan Sandang-Pangan, Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara, Kebutuhan: terpal dan Selimut, serta Desa Aik Berik Barat Kec. Batukliang Utara, Kebutuhan: Terpal dan Selimut.

“Itu data sementara dari organisasi kami dan masih dicari lokasi lainnya,” kata Ketua Umum LSM Garda Cakra Indonesia, Sonny Yudhawan.

 

Advertisement