WASHINGTON (KBK)– Seperti manusia, tikus padang rumput, Tikus Prairi, dapat menghibur orang sedang tertekan (stres).
Hal itu diungkapkan sebuah penelitian di Amerika Serikat, Kamis (21/1/2016).
Ini adalah pertama kalinya, peneliti mengkaji perilaku hewan pengerat yang bisa menghibur manusia.
Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Amerika Serikat. Laporan itu didukung bukti-bukti yang mendeteksi prilaku tikus itu dapat meredakan stres manusia secara unik, dan mungkin lebih dari pada hewan lain yang diperkirakan sebelumnya.
Selain tikus padang rumput, hanya beberapa spesies non manusia yang memiliki sosialitas dan kognisi tingkat tinggi. Di antaranya; gajah, lumba-lumba dan anjing, semua hewan ini menunjukkan tanda-tanda empati kepada manusia.
Tikus prairi adalah hewan pengerat sangat sosial dan cenderung monogami. Tikus-tikus tersebut merawat anak mereka berdua. Hal ini menyebabkan Larry Young dan rekannya dari Universitas Emory berusaha mengeksplorasi potensi mereka, hasilnya tikus tersebut memiliki empati tinggi.
Para peneliti menciptakan sebuah percobaan di mana kerabat dan individu yang dikenal hewan-hewan itu untuk sementara terisolasi satu sama lain, dan salah satunya diberikan guncangan ringan.
Setelah mereka kembali dikumpulkan, tikus prairi yang tidak terguncang terus menjilat tikus yang mengalami guncangan dan itu berlangsung sangat lama. Berbeda dengan tikus yang tadinya dipisah namun tidak ada guncangan yang diberikan kepada salahsatunya.
Para peneliti terkejut dengan hasil uji coba mereka. Para peneliti menemukan bahwa perilaku menghibur terjadi hanya antara mereka yang akrab satu sama lain, namun tidak dengan tikus asing dan tidak ada pula reaksi dan isyarat permusuhan.
Seperti diberitakan Xinhua, Jumat (22/1/2016), para peneliti menyimpulkan temuan ini memiliki implikasi penting untuk memahami dan mengobati gangguan kejiwaan yang mendeteksi dan merespon emosi orang lain yang sedang terganggu, termasuk autisme dan skizofrenia.





