Warga Maluku Utara Resah dengan Beredarnya Isu Gempa dan Tsunami

Ilustrasi pemancar sirine tsunami/ Fokusjabar

TERNATE – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ternate, mengimbau masyarakat di Maluku Utara (Malut) tidak mempercayai isu akan terjadinya gempa  dan Tsunami.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Ternate, Kustoro Hariatmoko, di Ternate, Selasa (2/10/2018) mengatakan masyarakat di Malut pada beberapa hari ini sempat diresahkan dengan beredarnya isu di media sosial berisi peringatan dini dari BMKG mengenai akan terjadinya gempa bumi berskala besar disertai tsunami menyusul kejadian serupa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Menurut dia, gempa bumi bisa terjadi setiap saat di suatu daerah, tetapi tidak seorang ahli pun atau teknologi yang bisa memprediksi secara pasti kapan itu akan terjadi dan berapa kekuatannya.

Khusus untuk tsunami dapat diprediksi dengan menggunakan teknologi, tetapi setelah terjadinya gempa bumi dengan sejumlah kriteria, di antaranya kekuatan gempa bumi minimal 7,0 SR, pusat gempa bumi berada di dasar laut dan kedalamannya 10 KM atau gempa dangkal.

Oleh karena itu, Kustoro mengimbau, sebagaimana dilansir Antara,  masyarakat di Malut untuk tetap tenang dan jangan mudah terpengaruh dengan isu yang tidak jelas sumbernya, namun demikian harus tetap waspada.

 

Advertisement