WASHINTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum memiliki niat batasi penjualan senjata ke Arab Saudi, meski ada kasus hilangnya wartawan The Washington Post.
Pada Kamis (11/10/2018), Trump mengklaim jika pihaknya belum terpikir untuk mmebatasi rencana penjualan senjata, meski jurnalis Arab Saudi berkewarganegaraan AS Jamal Khashoggi hilang sejak 2 Oktober lalu setelah memasuki kantor Konsulat Saudi di Istanbul.
Sebelumnya Trump hanya menegaskan jika pihaknya menuntut jawaban atas apa yang terjadi pada Khashoggi. Namun, dia menambahkan tidak dapat mengorbankan pekerjaan dan pendapatan yang didapat dari kesepakatan senjata.
“Itu tidak akan bisa diterima,” kata Trump di Ruang Oval. “Mereka menghabiskan US$110 miliar (Rp1,6 kuadrilun) untuk peralatan militer dan untuk yang menciptakan lapangan kerja.”
Menurut Trump, sebagaimana dilansir laman CNN, orang-orang Saudi akan mengambil uang itu dan membelanjakannya di Rusia atau Cina atau di tempat lain.
“Saya pikir ada cara lain. Jika ternyata menjadi seburuk mungkin, pasti ada cara lain untuk menangani situasi.”





