AS Berlakukan Sanksi Baru, Iran: Pengalihan Isu dari Kasus Khashoggi

Ilustrasi/ Reuters

TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan sanksi baru AS terhadap Iran bertujuan untuk mengalihkan perhatian global dari pembunuhan jurnalis pembangkang Saudi, Jamal Khashoggi, dan kejahatan Riyadh di Yaman.

Dalam sebuah posting di akun Twitter resminya pada hari Rabu, Zarif mengecam AS karena menjatuhkan sanksi terhadap Iran karena diduga mendukung Taliban, sebuah kelompok militan anti-Iran yang sedang dicari Washington untuk bernegosiasi.

Departemen Keuangan AS Selasa (23/10/2018) memberlakukan sanksi terhadap delapan orang, termasuk dua diduga terkait dengan Pasukan Quds dari Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) dan menuduh Iran memberikan dukungan material dan keuangan kepada militan dan mendukung terorisme.

Ditip Press TV, Zarif mengatakan sanksi AS dimaksudkan untuk melindungi Arab Saudi dan mengalihkan perhatian dari pembunuhan Khashoggi dan perang Yaman.

Dunia telah bereaksi  terhadap pembunuhan Khashoggi, seorang penulis Saudi, warga AS, dan kolumnis Washington Post, sementara otoritas Saudi mengatakan bahwa kerajaan tidak ada hubungannya dengan kepergiannya.

Khashoggi, yang tinggal di pengasingan di AS, memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk memperoleh dokumen yang menyatakan bahwa dia telah menceraikan mantan istrinya, tetapi dia tidak meninggalkan gedung itu.

Pejabat Saudi awalnya bersikeras bahwa Khashoggi telah meninggalkan misi diplomatik setelah dokumennya selesai, tetapi mereka akhirnya mengakui beberapa hari kemudian bahwa ia sebenarnya telah tewas di dalam gedung selama “pertengkaran.”

Beberapa negara, termasuk negara-negara Eropa, Turki dan AS, sekutu utama Riyadh, telah menyerukan penyelidikan tuntas atas pembunuhan jurnalis tersebut.

Advertisement