PALU (KBK) – Untuk memperhatikan kesehatan pengungsi lebih intens Tim Medis Respon Dompet Dhuafa untuk Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) memutuskan membentuk 3 Posko Kesehatan; di Palu, Lolu di Sigi dan Lende di Donggala untuk melayani pengungsi selama 24 jam setiap harinya.
Demikian disampaikan Kordinator Lapangan Tim Medis Dompet Dhuafa untuk Gempa Sulteng dr. Pradipta Suarsyaf kepada KBK, Sabtu (27/10/2018).
Tim medis di Palu, berpusat di Posko Kesehatan Masjid Agung di gawangi dr. Evan Pramudito Mulyadi (dokter Relawan dari Jakarta), Bidan Putri (Bidan LKC Jakarta) dan Bidan Nuranisa (bidan relawan dari Makassar). Sabtu (27/10/2018) melakukan pemindahan tenda medis dan melayani pengobatan kepada 2 pengungsi yang mengalami Osteoarthritis dan diare.
“Pos Palu akan berkerjasama dengan tim dongeng ceria untuk memberikan penyuluhan kesehatan tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” jelas dr. Dipta.
Sementara itu tim medis di Pos Lolu, Sabtu (27/10/2018), memberikan pelayanan kesehatan kepada 7 pengungsi, melakukan diagnosa dyspepsia dan myagia, melakukan asesmen ibu hamil dan balita. Di Pos Pengungsi Lolu didapati ada 3 ibu hamil dan balita sebanyak 9 orang. “Ibu hamil dan balita harus menjadi perhatian khusus di pengungsian, karena mereka sangat rentan terhadap situasi lingkungan dan stres, ” jelas dr. Naf’an Akhun Khuliyan (dokter dari RST Dompet Dhuafa Parung) yang bertugas di Pos Lolu bersama Ns. Maulidan Nur Atikhoh (Perawat dari LKC Dompet Dhuafa Ciputat).
Selain itu, tim kesehatan Lolu juga melakukan survey lokasi Aksi Layan Sehat (ALS) atau baksos pengobatan gratis di Pos 3 pengungsian Desa Pombewe. Selain dr. Akhun dan Tiko, Pos Lolu juga diperkuat perawat Ramadhana.
dr. Pradipta Suarsyaf, Sabtu (27/10/2018), memimpin tim medis menuju Lende, Sirenja, Donggala sekitar 4 jam dari Palu. Ia ditemani perawat Nursyan Herman dan Arsan (perawat dan kesehatan masyarakat dari LKC Sulawesi Selatan). Melakukan survei ALS ke kawasan Lende dan Lende Tovea dan melayani kesehatan 10 orang pengungsi. “Di Lende ini kita akan buka Pos Kesehatan 24 jam untuk memperhatikan kesehatan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda ini,” jelas dr. Dipta.
Sampai hari ini, lanjut dr. Dipta, jumlah penerima manfaat dari layanan medis Dompet Dhuafa sudah 2.312 jiwa





