Kesaksian Nelayan Karawang yang Melihat Jatuhnya Pesawat Lion

KARAWANG – Salah satu saksi mata kecelakaan Lion Air JT-610, yang tida lain seorang nelayan Karawang, Sabudi (30 tahun), mengisahkan peristiwa besar dalam hidupnya atas kecelakaan yang disaksikannya.

Saat Lion Air hilang kontak, Senin pagi, Sabudi sedang berada di tengah laut di Tanjung Karawang, seperti biasa karena ddia sudah berangkat selepas subuh setiap hari.

Saat matahari mulai meninggi, nelayan sedang asyik menjaring udang, tiba-tiba Sabudi melihat pesawat berwarna putih dengan corak oranye terbang cukup rendah.

“Setelah berputar, pesawat oleng dan menukik tajam, lalu terjatuh menabrak air laut,” kata Sabudi.

Saat itu juga Sabudi mendengar suara yang teramat keras, ledakan seperti suara petir yang kerasnya tiga kali lipat.

Dia bersama nelayan lainnya tidak berani mendekati lokasi asal sumber suara itu. Mereka memutuskan untuk kembali ke pesisir.

Jarak tempuh lokasi dia mencari udang dengan pantai sekitar tiga jam. Setibanya di pantai, Sabudi semakin kaget. Sebab, pesisir Pantai Tanjung Pakis yang biasanya sepi mendadak dikerumuni warga.

Kendaraan milik polisi, TNI, ambulans, dan kendaraan pribadi berjajar di hamparan pasir pantai. Saat itu pula ia langsung melapor kepada petugas yang ada bahwa mereka melihat ada pesawat jatuh.

Dia pun diminta petugas kepolisian untuk kembali ke laut dan menunjukkan lokasi jatuhnya pesawat tersebut.

Setelah tiga jam melakukan perjalanan dengan perahu, ia bersama tim menemukan area jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut. Serpihan pesawat berhasil ditemukan, begitu pula dengan beberapa bagian tubuh korban.

Tidak berapa lama, puluhan perahu mendatangi lokasi yang ditunjukkan Sabudi. Sampai saat ini, lokasi tersebut menjadi area prioritas pencarian korban dan badan pesawat Lion Air, demikian dihimpun Republia.co.id, Kamis (1/11/2018).

 

Advertisement