YERUSALEM – Pengadilan Israel pada Minggu (2/12/2018) memerintahkan pembebasan bersyarat gubernur Yerusalem Adnan Ghaith.
Mohamed Mahmoud mengatakan, sebagaimana dikutip Anadolu, pengadilan juga memerintahkan sembilan anggota kelompok Palestina Fatah untuk dibebaskan.
Pembebasan bersyarat ini memiliki peraturan penjara rumah selama lima hari, menolak mereka masuk ke Tepi Barat selama dua minggu dan uang tebusan 1.000 shekel ($ 270).
Ghaith ditahan pada 25 November oleh pasukan Israel untuk kedua kalinya dalam sebulan. Penahanannya terjadi tak lama setelah pemerintah Israel melarang Gubernur Yerusalem memasuki Tepi Barat yang diduduki selama enam bulan.
Bulan lalu, gubernur Yerusalem ditangkap oleh pasukan Israel dan ditahan di penjara selama dua hari sebelum dibebaskan.
Yerusalem tetap menjadi jantung dari konflik Timur Tengah selama puluhan tahun, dengan Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel sejak 1967akan menjadi ibu kota negara Palestina.
Hukum internasional terus memandang Yerusalem Timur, bersama dengan seluruh Tepi Barat, sebagai “wilayah pendudukan” dan menganggap semua konstruksi pemukiman Yahudi di sana sebagai ilegal





