Usai Ikuti Youth For Peace Conference 2018, Peserta Berkesempatan Jadi Agen Kemanusiaan Dompet Dhuafa

YOGYAKARTA – Peserta  Youth For Peace Conference 2018 yang akan menjadi agen kemanusiaan dari 12 negara tidak sebatas  mendapatkan bekal materi untuk proyek-proyek sosial saja.

Namun setelah pulang ke negara masing-masing, mereka  akan mendapatkan tugas untuk membuat proyek kemanusiaan sebagai follow up konferensi. Sehingga dapat menjadi agen perdamaian yang turut mengembangkan potensi lokal di negaranya, sebagai salah satu upaya mengurai masalah sosial yang ada.

“Setelah konferensi kali ini, peserta juga akan mendapatkan tugas untuk membuat proyek kemanusiaan di negaranya masing-masing. Dari proyek tersebut, nantinya akan ada follow up pembekalan fundrising dan campaign dari apa yang telah mereka susun. Jika mereka berhasil, bukan menutup kemungkinan akan menjadi agen-agen kebaikan dan kemanusiaan Dompet Dhuafa di negara asal dari peserta tersebut,” ucap Haryo Mojopahit, selaku Manager Advokasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa.

Sementara dalam acara ini, hadir sejumlah narasumber-narasumber penuh pengalaman seperti Isa Soemawidjaja (UNHCR Representatives in Indonesia),  Alghiffari Aqsa (Prominent Human Rights Activist), Arif R Haryono (GM Education Program Dompet Dhuafa),  Pdt. Jonathan Victor Rembeth (Board of Advisory Humanitarian Forum Indonesia),  Adhyta Firselly Utami (Alumni of Harvard University and work at World Bank Indonesia),  Intan Irani (Former Coordinator of Indonesian Student Association 2015-2017).

Selain itu hadir juga narasumber Hilman Latief (Vice Rector of University Muhammadiyah Yogyakarta),  Rizki A. Ramadhan, S. IP, M. Han., (Lecturer of International Relations Universitas Padjadjaran),  Gilang Ardana (Executive Director of Youth Corps Indonesia), Nur Sharain Ain Abdul (Asia-Pacific Representative of LaunchGood), dan Nidya Mustika (Representative of bawaberkah.org).

Advertisement