TEHERAN – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasimi mengatakan keputusan Australia baru-baru ini untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota IsraelĀ merupakan pelanggaran terhadap resolusi internasional.
Berbicara kepada Kantor Berita Azad Iran pada Rabu (19/12/2018), Qasimi menggambarkan langkah yang diusulkan oleh Canberra sebagai “keputusan salah dan salah perhitungan”.
“Langkah seperti itu tidak akan membantu menyelesaikan masalah Palestina dan Timur Tengah yang lebih luas,” Qasimi menambahkan. “Itu hanya akan meningkatkan ketegangan di kawasan ini,” tandasnya, dikutip Anadolu.
Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan keputusan negaranya untuk secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel.
MOrrison menambahkan bahwa Australia tidak akan merelokasi kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem Barat sampai perdamaian Palestina / Israel tercapai.




