Tim Relawan DD Sasar Wilayah Pedalaman Terdampak Tsunami

TANJUNG LESUNG –  Dompet Dhuafa terus bergerak menembus wilayah-wilayah terjal dengan berbagai medan di hari kelima pasca tsunami menerjang Selat Sunda, dimana hujan deras terus menyelimuti wilayah pesisir Banten terutama wilayah Panimbang.

Selain hujan deras, abu vulkanik menyebar ke wilayah Banten dan Sekitarnya.

Namun tak menyurutkan niat tim relawan Dompet Dhuafa untuk merambah pelosok pedalaman dengan mensasar wilayah tujuh (7) Desa di Kec. Sumur yang berada di garis pantai, baru Desa Tamanjaya (Dusun Paniis dan Tanjung Male) yang dapat dijangkau tim gabungan.

Enam Desa lain yang membutuhkan bantuan di Kecamatan  Sumur terdiri dari Desa Cigorondong, Desa Kertajaya, Desa Sumberjaya, Desa Tunggajaya, Desa Ujungjaya dan Desa Kertamukti.

“Sampai Kamis malam (27/12) ini korban terus bertambah menjadi 431 jiwa meninggal dunia, 924 rumah rusak (73 hotel rusak dan 60 kios rusak), 1.495 korban jiwa mengalami luka-luka, 21.991 jiwa mengungsi, dan 154 jiwa hilang. Sementara 24 kendaraan roda empat rusak, 434 perahu rusak dan 41 kendaraan roda dua rusak,” ucap Abdurrahman Usman sebagai Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Banten.

Tim aktivis kemanusiaan menyasar wilayah Lampung dengan menerjukan tim medis serta pembukaan dapur umum, saat ini sudah 31 jiwa penerima manfaat aksi layanan medis di Way Muli serta 150 penerima manfaat bantuan logistik.

Di wilayah Lampung Selatan untuk korban jiwa meninggal sudah mencapai 112, 2.446 jiwa luka-luka dan 7.401 jiwa mengungsi hingga 658 rumah rusak”, ujar Umaradinnul Islam selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Lampung.

Advertisement