
YERUSALEM – Belasan warga Palestina terluka setelah pasukan militer Israel menyerang jemaah yang memasuki Masjid al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem yang diduduki.
Sumber-sumber lokal, meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada kantor berita Palestina bahwa sepuluh warga Palestina menderita luka-luka pada Selasa (19/2/2019) malam setelah pasukan Israel menyerang mereka di Gerbang al-Rahma.
Sumber menambahkan bahwa 15 warga Palestina lainnya juga ditangkap oleh pasukan Israel di dalam masjid. Mayoritas dari mereka yang ditangkap dilaporkan adalah siswa sekolah seminari.
Sumber-sumber Palestina mengidentifikasi beberapa dari mereka yang ditangkap adalah Mohammed Abu Shousha, Omar Zaghir, Omar Ouda, Hamza Zagir dan Hisham al-Bashiti.
Kantor Berita Ma’an Palestina melaporkan sebelumnya pada hari Senin bahwa tentara Israel telah mengunci gerbang Al-Rahma dengan rantai besi sehari sebelumnya dan mencegah jamaah Palestina memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa, dan memicu bentrokan.
Firas al-Dibs, juru bicara organisasi Wakaf Islam (Endowment), mengatakan pasukan Israel telah memasang kunci dan rantai di pintu gerbang.
Gerbang al-Rahma adalah bangunan besar yang terletak di sebelah timur Masjid al-Aqsa.
Bangunan itu disegel oleh otoritas Israel pada tahun 2003 karena merupakan markas Komite Warisan Islam. Israel mengklaim pada saat itu bahwa gedung itu digunakan untuk kegiatan politik.
Pada 2017, pengadilan Israel memerintahkan agar gedung itu ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.




