CIREBON – Turini Fatmah (44), tenaga kerja wanita (TKW) asal Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sudah 22 tahun hilang kontak dengan keluarganya, sejak dia bekerja ke Arab Saudi.
Tuini berangkat tahun 1998, dan sudah 22 tahun pihak keluarga juga tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya meratapi foto Turini karena sudah putus kontak.
“Berangkat itu tahun 1998 melalui pihak sponsor dan pada tahun-tahun pertama komunikasi normal,” kata Suami Turini, Samsudin (49) di Cirebon, Rabu.
Samsudin mengatakan, Turini diberangkatkan oleh PT Bayangkara yang beralamatkan di DKI Jakarta melalui pihak sponsor dari Cirebon.
Sedangkan untuk PT Bayangkara yang memberangkatkan Turini, setalah dicari ternyata sudah tidak ada dan pihak sponsor juga sudah meninggal dunia. “Saya sudah mencoba mencari PT Bayangkara, namun ternyata sudah gulung tikar,” tuturnya.
Selama bekerja di Arab Saudi, lanjut Samsudin, Turini hanya tiga kali mengirim uang kepada keluarganya yang berada di Cirebon.
Setelah itu sampai sekarang tidak pernah lagi mengirim uang, bahkan di tahun 2012 sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan keluarga. “Pada tiga tahun pertama memang kirim uang dan sisanya hingga sekarang belum pernah lagi kirim,” ujarnya.
Anak Turini, Diah Ardikasari mengatakan komunikasi antara pihak keluarga dengan Turini sempat terputus sejak 2012 silam.
Titik terang seolah didapat pihak keluarga, karena akhirnya mereka menerima kabar dari Turini melalui pesan salah satu media sosial pada Jumat (8/3/2019).
Dilansir iNews, menurut Diah, dalam pesan di medsos itu, ibunya mengabarkan disekap oleh majikannya di sebuah gudang Kota Dawadmi, Riyadh. Tak hanya di situ, gaji bekerja Turini di Arab Saudi juga tak kunjung diberikan.
Diah berharap agar ibunya bisa segera dipulangkan ke Indonesia sesuai dengan hak-haknya. Dia juga meminta kepada pemerintah agar mempedulikan nasib-nasib TKW karena sebelumnya pihak keluarga telah mengadukan masalah itu ke BNP2TKI namun belum ada tanggapan.





