Banjir dan Longsor di Sejumlah Titik Yogyakarta Diakibatkan Siklon Savannah

Ilustrasi Banjir di jalan-jalan utama di Yogyakarta (28/11), bagian dari musibah akibat siklon tropis Cempaka yang melanda sebagian wilayah Indonesia (foto:Tribun)

YOGYAKARTA – Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengungkap banjir di sejumlah titik di wilayanya karena hujan akibat aliran udara basah menuju wilayah Jawa serta adanya Tripical Cyclone Savannah atau siklon savannah.

“Faktor hangatnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia selatan Jawa 28 – 30 disinyalir ikut menyumbang tersedianya uap air yang melimpah bagi pembentukan awan hujan di wilayah Jawa. Kondisi tersebut diprakirakan menyebabkan udara hangat lembab serta labil sehingga berpotensi mengakibatkan hujan dengan intensitas ringan – sedang sepanjang hari,” ungkap Reni, Minggu (17/3/2019) malam, dikutip KRJogja.

Stasiun Klimatologi Mlati memprediksi hujan sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah DIY. Di Kulon Progo, hujan diprediksi terjadi di kawasan Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh dan Kalibawang.

Di Sleman, kawasan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Kalasan, Berbah hingga Prambanan juga diprediksi mengalami hujan hingga tiga hari kedepan. Seluruh wilayah Kota Yogyakarta juga demikian termasuk Bantul yakni wilayah Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Piyungan, Jetis, Imogiri dan Dlingo.

Kondisi hujan ini diprediksi akan terus terjadi hingga Rabu (20/3/2019).  Adanya potensi situasi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG DIY juga mengeluarkan beberapa himbauan pada masyarakat untuk mewaspadai potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

Advertisement