
SENTIMEN agama, seperti di Indonesia yang dikapitalisasi oleh sekelompok orang, juga mewarnai Pemilu Thailand yang akan digelar di negara yang mayoritas penduduknya pemeluk agama Buddha, 24 Maret.
“Saya bergabung dengan partai agama Pandin Dharma karena ingin membela agama Buddha, “ kata perempuan mantan model, Sirima Sarakul (36) seperti dikutip Reuters. Ia hijrah demi memperebutkan kursi parlemen di pemilu Thailand.
Sirima yang mengenakan busana serba putih layaknya seperti pakaian para Biksu, diwawancarai bersama mantan Biksu, Bonyatilert Sara (45) saat berkampanye di suatu pasar di Bangkok untuk memperebutkan kursi di parlemen Thailand akhir pekan lalu .
Dalam laporannya untuk Reuters, jurnalis Panu Wongcha-um menyebutkan, Pemilu diwarnai kemunculan partai yang mengusung sentimen agama merupakan fenomena baru di Thailand.
Mereka mengobarkan kampanye bahwa eksistensi Buddha sebagai agama mayoritas di Thailand sedang terancam dan mengajak umat seagama untuk mencegahnya.
“Agama Buddha telah membusuk di negara ini,” kata salah seorang pendukung Pandin Dharma, Yuttana Suksa-ard, 66 tahun. “Partai seperti ini dapat membantu memurnikan agama.”
Para pendukung Pandin Dharma percaya bahwa Thailand kini sedang dipimpin otoritas sekuler yang terus memusuhi agama Buddha dan mengkriminalisasi para biksu.
“Para biksu menghadapi tangan besi negara,” keluh mantan biksu Korn Medee, 47, yang sekaligus pemimpin Partai Pandin Dharma.
Penduduk Thailand 2018 berjumlah lebih 68 juta jiwa, 94,6 persen memeluk Buddha yang hadir sejak ribuan tahun lalu sehingga mendominasi aspek kehidupan dan budaya masyarakat.
Walau jumlahnya terpaut jauh, Islam adalah agama terbesar kedua (4,3 persen) disusul Kristen (satu persen).
Sementara itu , Jawatan Nasional Buddhisme (NOB) milik pemerintah menolak berkomentar tentang kebangkitan nasionalisme Buddha semacam Pandin Dharma.
NOB hanya menyebutkan, yang dituduhkan terkait isu keamanan nasional. Meski Buddhisme mengakar kuat dalam kehidupan sosial budaya, biksu hanya berpengaruh kecil dibanding kuasa monarki dan militer.
Hak rakyat Thailand untuk memilih jalan demokrasi yang diyakininya, sementara bagi Indonesia yang bersemboyan Bineka Tunggal Ika, kapitalisasi agama oleh sekelompok orang demi kekuasaan, harus dilawan bersama-sama.
Lagipula, mayoritas penduduk Indonesia yang memeluk Islam, mengedepankan sikap rahmatan lil alamin, atau Islam yang membawa rahmat bagi seluruh umat.
(Reuters/ns)




