NEW YORK – Indonesia melalui Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir mengumumkan kecaman aksi kekerasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina,dan pengakuan AS atas kedaulatan Israel akan dataran tinggi Golan di Suriah.
Hal tersebut disampaikan dalam sidang Dewan Keamanan PBB di markas besar PBB di New York, Selasa (26/3/2019).
Wamenlu Fachir mengatakan berbagai hal yang dilakukan pemerintah Israel menunjukkan kecenderungan pengambilalihan wilayah Palestina atau yang disebut dengan aneksasi.
Hal ini membuat “solusi dua negara” yang selama ini diperjuangkan dan disepakati oleh dunia internasional, termasuk Palestina dan Israel sendiri, menjadi semakin jauh dari kenyataan.
Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya memprioritaskan kondisi ekonomi dan kemanusiaan rakyat Palestina. Februari lalu Indonesia telah menambah jumlah bantuan pada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan bantuan proyek desalinasi di Gaza menjadi $1 juta.
Dalam kesempatan yang sama, Wamenlu Fachir juga menegaskan sikap Indonesia yang tetap mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Suriah.
“Indonesia menolak keras pengakuan Amerika bahwa Dataran Tinggi Golan merupakan bagian dari Israel. Tindakan ini tidak bisa diterima dengan standar apapun, khususnya Resolusi DK PBB,” demikian tegas Wamenlu, seperti dilansir VOA.





