Pedagang Pasar di Dayeuhkolot Keluhkan Kerugian akibat Banjir

Ilustrasi Penampakan banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung/ Tribun Jabar

BANDUNG – Sejumlah pedagang di pasar Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung merasakan dampak banjir, dengan merosotnya pendapatan yang mereka terima sehari-hari.

Seorang pedagang Dede Sumarsah mengatakan, para pedagang di Pasar Dayeukolot praktis tidak bisa menjual dagangannya akibat terkendala banjir.

“Saat ini, mereka umumnya sedang membersihkan kios, jongko maupun tokonya dari endapan lumpur. Belum bisa berdagang,” tuturnya, kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasih, Minggu (7/4/2019).

Menurut Dede, walau kini genangan air mulai surut,  para pedagang tetap belum berani membuka dasarannya. Para pedagang justru merasa khawatir banjir kembali terjadi, mengingat curan hujan masih tinggi. “Banjir tiga hari saja, airnya bisa mencapai 1 meter lebih, bagaimana bisa berjualan.”

Sementara Entis, pedagang lainnya mengungkapkan, dampak dari bencana banjir rutin itu, banyak barang-barang dagangan yang hancur karena terendam banjir. Termasuk kerusakan bangunan, sehingga kondisi lingkungan pasar pun tampak kumuh dampak banjir yang belum kunjung bisa dikendalikan atau diminimalisir.

“Para pedagang mengaku banyak yang mengeluh karena dampak banjir merugikan secara ekonomi. Jika kami memperkirakan hitungan sementara, kerugian dampak banyak yang dialami para pedagang bisa mencapai ratusan juta rupiah. Selain barang-barang dagangan banyak yang rusak, ditambah ratusan pedagang kehilangan pendapatan karena menutup usaha dagangnya akibat banjir tadi,” ucapnya.

Baik Dede maupun Entis berharap, ada perhatian dari pemerintah untuk mengatasi masalah yang dihadapi para pedagang di Pasar Dayeuhkolot.

Advertisement