Serangan Udara Terbaru di Yaman Tewaskan 11 Warga Sipil

Ilustrasi Seorang anak yang terluka dibopong orang tuanya di balk reruntuhan gedung-gedung di sebuah tempat di Yaman. Paling tidak 5.000 anak-anak tewas sejak berkecamuknya perang di Yaman pada pada 20015.

YAMAN – Serangan udara oleh koalisi pimpinan Saudi-UEA di daerah perumahan di ibukota Yaman yang dikuasai Houthi, Sanaa, telah menewaskan sedikitnya 11 warga sipil, termasuk anak-anak.

Youssef al-Hadrii, juru bicara kementerian kesehatan,  dikutip kantor berita DPA mengatakan bahwa serangan pada  Minggu (7/4/2019) juga menyebabkan lebih dari 39 orang terluka.

Dia mengatakan sebagian besar yang tewas adalah siswa yang tewas dalam pemboman rumah dan sebuah sekolah.

“Semua orang histeris, ada yang menangis dan berteriak panik,” kata Fatehiya Kahlani, kepala sekolah Al Raei. “Situasinya mengerikan karena populasi sekolah 2.100.

“Beberapa siswi tewas dan yang lainnya terluka dan berada di rumah sakit akibat serangan rudal. Bangunan sekolah juga hancur.”

“‘Kami tiba-tiba mendengar jet tempur saat kami berada di sekolah. Kami kemudian mendengar serangan pertama. Kami tetap tenang. Lalu datang serangan kedua dan kemudian yang ketiga, yang merupakan yang terkuat dari semuanya,” kata Ali Ahmed, seorang mahasiswa yang terluka.

“Bangunan itu rusak dan kami terluka oleh pecahan kaca. Ketika serangan udara keempat masuk, kami panik dan berlari pulang.”

Konflik terbaru di Yaman dimulai dengan pengambilalihan Sanaa oleh pemberontak Houthi tahun 2014, yang menggulingkan pemerintah Hadi.

Serangan udara oleh koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah menghantam sekolah, rumah sakit, dan pesta pernikahan, menewaskan ribuan warga sipil Yaman. Houthi telah menembakkan rudal jarak jauh ke Arab Saudi dan menargetkan kapal-kapal di Laut Merah.

Pertempuran di negara termiskin di dunia Arab telah menewaskan ribuan warga sipil, menyebabkan jutaan orang menderita kekurangan makanan dan medis, dan mendorong negara itu ke ambang kelaparan.

Kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock mengatakan sekitar 80 persen populasi Yaman – 24 juta orang,  membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Advertisement