JAKARTA – Indonesia akan mengirim dua penyelidik ke Ethiopia untuk membantu penyelidikan dan pertukaran data pada dua kecelakaan fatal pada jet Boeing 737 MAX sejak Oktober, kata kepala badan keselamatan udara Indonesia KNKT.
Pesawat Boeing telah dilarang terbang di seluruh dunia sejak bencana 10 Maret di Ethiopia yang menewaskan 157 orang, lima bulan sebelumnya Lion Air 737 MAX juga jatuh di Indonesia, menewaskan 189 orang di dalamnya.
“Penyelidik Indonesia melakukan perjalanan ke ibukota Ethiopia Addis Ababa pada 15 April,” kata Soerjanto Tjahjono, Kepala Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT).
“Mereka akan membantu Ethiopia. Kami akan mempelajari data untuk menilai apakah ada kesamaan atau apakah ada informasi baru dari kecelakaan, ” kata Tjahjono.
Sebuah laporan awal mengenai kecelakaan Ethiopian Airlines menunjukkan, hari Kamis bahwa jet terbang dengan kecepatan yang berlebihan oleh sistem otomasi, pilot bergulat untuk mendapatkan kendali kembali namun gagal.
Seperti dikutip dari Reuters, Tjahjono mengatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan apa pun dari laporan Ethiopia atau menentukan kaitan apa pun di antara kecelakaan itu karena memuat data faktual tanpa analisis.





