BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menghimbau Warga Kota Bogor untuk tidak takut ataupun khawatir dengan virus cacar monyet (Monkeypox).
Meski begitu, sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, lanjut Sari, Dinkes menghimbau agar seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Kota Bogor untuk tetap waspada.
Dia mengungkapkan gejala awal cacar monyet ditandai dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati, nyeri punggung, nyeri otot dan kekurangan energi.
Setelah satu sampai 3 hari akan muncul periode erupsi kulit. Ruam dimulai pada wajah, telapak tangan, telapak kaki.
âEvolusi ruan dari lesi dengan basis datar ke melepuh berisi cairan kecil, diikuti kerak terjadi dalam waktu sepuluh hari. Kisaran 3 minggu baru sembuh,â katanya, dilansir Antara, Jumat (17/5/2019).
Sari menambahkan, berdasarkan laporan WHO pada 2018 lalu, penyakit cacar monyet ini masih terlokalisir di 14 daerah dan satu teritori di Afrika. Virus ini ditularkan ke manusia dari hewan yang terinfeksi, seperti tikus, monyet dan kelelawar, perburuan dan konsumsi daging tercemar (Brush Meet).
âVirus ini juga penularannya dapat terjadi antar manusia melalui kontak dengan sekresi saluran pernapasan, terkena luka tubuh orang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi cairan tubuh penderita,â katanya.





