NGAWI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mencatat terdapat dua desa di wilayahya yang dilanda kekeringan dan telah meminta bantuan pengiriman air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi, mengatakan, dua desa yang megajukan bantuan air bersih itu adalah Desa Mantingan di Kecamatan Mantingan dan Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu.
Menghadapi puluhan desa yang masuk rawan kekeringan, BPBD Ngawi saat ini sedang menyiapkan pengiriman tangki-tangki berkapasitas 1.200 liter air ke sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan tersebut. Tangki air tersebut bukan diberikan secara permanen, namun hanya pinjam pakai ketika musim kemarau berlangsung.
“Jumlah tangki yang akan dikirim dan dipasang sesuai dengan jumlah desa yang diusulkan mendapat bantuan air bersih ke provinsi. Yakni 45 desa,” kata dia, dilansir Antara.
Selain itu, BPBD juga sudah mengajukan surat keputusan (SK) pernyataan darurat kekeringan kepada bupati. Namun, hingga kini SK tersebut belum turun. Sambil menunggu bantuan dari provinsi, pihaknya menyiapkan sarana dan prasarananya.
BPBD Kabupaten Ngawi sebelumnya memetakan 45 desa di wilayah setempat rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun 2019. Jumlah desa tersebut meluas hingga 15 desa dibandingkan dengan tahun sebelumnya.




