10 Orang Tewas karena Protes Jatah Air Bersih di India

Protes jatah air bersih di India berujung kerusuhan, Sabtu -Ahad (20-21/2/2016) Foto; Indiatoday

NEWDELHI (KBK) – Setidaknya 10 orang tewas dan 150 terluka ketika para petani dari komunitas Jat di India melakukan protes terhadap pemerintah yang memberlakukan sistem quota air bersih berdasarkan kasta.

Protes itu berujung kekerasan dengan pihak keamanan di Negara Bagian Haryana, India utara, Sabtu dan Ahad, (20-21/2/2016). Para pengunjuk rasa akhirnya memotomg pasokan air menuju Ibukota India, New Delhi.

“Sampai pemerintah mencapai keputusan yang menguntungkan kami, kami akan menghentikan pasokan air, akan memblokir jalan dan mengganggu kereta api yang akan menuju ke New Delhi,” kata Satyawan salah seorang pengunjuk rasa.

Menanggapi hal itu, Arvind Kejriwal, Kepala Menteri New Delhi, mengumumkan akan membagi jatah air di seluruh kota dan menutup sekolah di seluruh kota untuk menghemat kesediaan Air.

Di akun Twitter-nya, Kejriwal sedang berusaha mencari bantuan tentara untuk membuka kanal-kanal yang diputus masyarakat untuk memenuhi pasokan air di daerah.

Ribuan tentara dikerahkan untuk meredam kekerasan oleh komunitas Jat yang menginginkan perluasan sistem kuota air yang tadinya berdasarkan kasta.

konstitusi India memiliki sistem tindakan afirmatif untuk membantu orang-orang dari kasta yang secara tradisional didiskriminasi.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (22/2/2016), demonstrasi selama seminggu ini telah berubah menjadi kekerasan pada hari Jumat, para pengunjuk rasa membakar rumah, toko-toko dan gedung-gedung pemerintah, serta memblokir jalan raya.

Advertisement