AFGHANISTAN – Sebuah serangan pesawat tak berawak AS yang menargetkan teroris ISIS di Afghanistan malah menewaskan sedikitnya 30 petani ketika sedang beristirahat.
Serangan pada Rabu malamĀ juga ddilaporkan melukai 40 orang karena menargetkan tenda-tenda didirikan di dekat ladang kacang pinus di pegunungan Wazir Tangi di provinsi Nangarhar timur, tiga pejabat, sebagimana dikonfirmasi ke Reuters, Jumat (20/9/2019).
“Para pekerja menyalakan api unggun dan duduk bersama ketika sebuah drone menargetkan mereka,” kata sesepuh suku Malik Rahat Gul kepada Reuters melalui telepon.
Pemilik ladang mengatakan setidaknya 150 pekerja sedang beristirahat ketika serangan itu terjadi. Banyak dari mereka yang masih hilang.
Seorang yang selamat, sementara itu, mengatakan sekitar 200 buruh tidur di lima tenda di dekat pertanian ketika serangan itu terjadi.
“Beberapa dari kami berhasil melarikan diri, beberapa terluka tetapi banyak yang terbunuh,” kata Juma Gul, seorang penduduk provinsi Kunar di timur laut.
Serangan itu dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Afghanistan serta seorang pejabat senior AS di Kabul. Namun, mereka tidak memberikan rincian korban sipil.
“Pasukan AS melakukan serangan drone terhadap teroris Daesh di Nangarhar,” kata Kolonel Sonny Leggett, juru bicara pasukan AS di Afghanistan. “Kami menyadari tuduhan kematian non-kombatan dan bekerja sama dengan pejabat setempat untuk menentukan fakta.”
Serangan itu membuat marah penduduk lokal di Nangarhar, yang mendesak Washington untuk meminta maaf dan membayar kompensasi kepada keluarga para korban.
Attaullah Khogyani, juru bicara gubernur provinsi, mengatakan seranganĀ itu dimaksudkan untuk menargetkan gerilyawan ISIS yang sering menggunakan lahan pertanian untuk pelatihan dan perekrutan.
Sekitar 14.000 tentara AS berada di Afghanistan, diduga untuk melatih dan memberi nasihat kepada pasukan keamanan Afghanistan dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi Taliban dan ISIS.




