JAKARTA – Dompet Dhuafa menggelar diskusi publik penanganan sampah pada World Clean Up Day (WCD), Sabtu (21/9/2019) di gedung Cohive 101, Mega Kuningan Jakarta.
KEHATI dan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta ikut berpartisipasi dalam diskusi ini, untuk turut meninjau dan mencari solusi dari berbagai aspek.
“Tahun lalu (2018) Indonesia berhasil memecahkan rekor dengan jumlah relawan terbanyak yaitu 7,6 juta relawan. Tahun ini WCD Indonesia menargetkan 13 juta relawan turun dalam aksi cleanup di 14 titik di Indonesia. Sekarang tercatat sudah lebih dari 20 juta relawan. Ini sudah jauh melampaui dari target,” terang Ranitya Nurlita, Partnership WCD Indonesia.
Menurutnya, aksi World Cleanup Day merupakan aksi yang diinisiasi oleh ‘Let’s Do It’, organisasi masyarakat di Estonia pada 2008.
Sementara Riza Lestari Ningsih, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Seribu Jakarta, mengatakan sampah DKI Jakarta diprediksi 2 tahun mendatang sudah tidak dapat lagi ditampung oleh TPS Bantargebang, apabila kondisi sampah terus-menerus seperti saat ini.
Pada 2018, 110 hektar kapasitas Bantargebang sudah mencapai 80%. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta telah mencanangkan program, guna mengatasi permasalahan sampah tersebut.
Provinsi DKI Jakarta melalui Riza Lestari menyampaikan, tiap RW harus membentuk lembaga pengelolaan sampahnya sendiri, untuk me-reduce, mereuse, dan me-recycle sampah-sampah rumah tangga.
“Mengolah sampah organik sebagai kompos, dan anorganik menjadi sesuatu yang valueble. Penyerahannya ke kami hanya sampah residu yang sama sekali belum diketahui cara pengelolaannya,” ujar Riza, dilansir laman dompetdhuafa.org.





