Pakar Banjir ITS: Minim Ruang Resapan Sebabkan Banjir Surabaya

Ilustrasi/Surya

SURABAYA – Pakar Banjir dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Anggraheny mengatakan kurang tepatnya tatanan pembangunan drainase dan minimnya ruang penampungan (serapan) air, menjadi penyebab banjir di beberapa wilayah Surabaya.

“Pembangunan drainase ini adalah cara untuk penanggulangan genangan ketika hujan turun. Drainase yang dibangun juga harus merupakan drainase yang terintegrasi dengan baik antara saluran primer, saluran sekunder dan saluran tepi,” katanya ketika dikonfirmasi di Surabaya, Jumat.

Ia mengatakan pembangunan drainase di wilayah Surabaya Barat memang sepenuhnya belum sempurna. Meskipun sudah ada drainase yang ada di wilayah tersebut, namun ada faktor lain yang menyebabkan air hujan tidak bisa dialirkan dengan baik, yaitu minimnya resapan air.

“Minimnya resapan air juga menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir, sehingga luapan air sungai yang tidak memiliki ruang cukup akan meluber kemana-mana, seperti jalan raya. Banyaknya warga yang tinggal di bantaran sungai pun mempengaruhinya karena secara tidak langsung akan ada penyempitan ruang sungai,” jelasnya.

Menurut dia, tatanan drainase yang ada sekarang ini tidak sesuai dengan volume air yang ada. Dengan curah hujan yang tidak tentu serta volume air yang tinggi membuat drainase tidak bisa menampung secara keseluruhan luapan air yang ada. – Antara

Advertisement