Abu Sayyaf Penggal Warga Jerman, Duterte Minta Maaf

Juergen Gustav Kantner/ Philiphine Star

FILIPINA – Presiden Duterte meminta maaf kepada pemerintah Jerman pada hari Selasa (28/2/2017) atas kematian seorang sandera Jerman yang telah dipenggal kelompok militan Abu Sayyaf.

“Saya sangat menyesal bahwa sandera, warga negara dari negara Anda, telah dipenggal,” kata Presiden Duterte di Malacañang.

“Saya bersimpati dengan keluarga, saya bersimpati dengan orang-orang Jerman. Tidak ada yang salah dalam mengakui kegagalan, tetapi merupakan masalah kebijakan bahwa kita tidak menyerah kepada tuntutan membayar uang tebusan,” ungkapnya, dilansir Inquirer.

Dia menekankan bahwa operasi militer besar-besaran telah terjadi di pulau Jolo selatan untuk menghancurkan Abu Sayyaf setelah  kematian Jürgen Kantner.

dipenggal setelah kelompok Abu Sayyaf meminta uang tebusan terhadap keluarga  dan Pemerintah Jerman, tetapi tidak juga dibayarkan hingga batas waktu yang ditentukan.

Departemen Luar Negeri meyakinkan pemerintah Jerman bahwa fFilipina akan melakukan yang terbaik untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

Advertisement