
BANJIR bandang susulan kembali menerjang Desa Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah sejak Minggu (14/12).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aceh Tengah Mustafa Kamal membenarkan banjir bandang susulan kembali menerjang Desa Toweren. Kata dia, daerah itu kini sudah semakin parah.
“Banjir bandang datang lagi). Awalnya Aceh Tengah sudah terdampak parah, ditambah lagi kondisi Minggu lalu tambah parah,” kata Mustafa Kamal saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (16/12).
Pihaknya masih mendata kondisi Desa Toweren pascadua kali diterjang banjir bandang namun saat ini akses melalui jalur darat ke desa itu masih bisa dilalui.
Untu itu ia meminta masyarakat Kabupaten Aceh Tengah tetap waspada terkait potensi bencana hidrometeorologi mengingat daerah itu masih diguyur hujan.
“Akses darat masih bisa. Kondisi sekarang masih hujan,” kata Mustafa dan dilihat dari video yang beredar banjir bandang di Desa Toweren juga membawa material kayu gelondongan yang melintas di permukiman warga.
Sementara itu, Mnteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, dari kapasitas pembangkit listrik 110 megawatt di Band Aceh, sudah bia tersalurkan sekitar 60 megawatt atau belum seluruhnya beroperasi. Sisanya menggunakan genset.
Bahlil berjanji, paling lambat, Rabu (17/12) atau Kamis depan, alira listrik dari Arun,Bireun dan bisa terkoneksi dengan transmisi jalur Sumatera. Ia menyebutkan, sejumlah desa masih terendam banjir, sehingga penyaluran aliran listrik bisa berisiko.
Ketua Pusdatin BNPB Abdul Muhari mengngkapkan, sampai 16 Desember, tercatat 1.053 orang tewas akibat banjir bandang yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara swjak akhi November lalu.
Dari korbna yang tewas, 449 orang di Aceh, 360 orang di Sumatera Utara dan 244 orang di Sumatera Barat, sementara 200 korban lagi masih dinyatakan hilang, sedangkan jumlah pegungsi tercatat 606.040 orang.
Masih banyak “PR” yang dilakukan untuk membuat kondisi Sumatera pasca banjir bandang pulih kembali, terutama akibat rusaknya prasarana dan sarana publik seperti jalan dan jembatan, banguan sekolah dan layanan kesehatan. (CNN Indonesia/ns)




