BEKASI – Warga Bekasi tengah resah karena aliran kali yang mengitari wilayah Bekasi tercemar parah dan berwarna putih berbusa menyerupai salju.
Selain berwarna putih, bau tidak sedap tercium dari aliran sungai itu. Airnya pun menyebabkan gatal-gatal bagi orang yang menyentuhnya.
Muin (60), seorang warga RT 04/09 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, menjelaskan jika peristiwa itu baru diketahui pada Jumat 17 Maret 2017 pagi. Warga pun menduga air di kali Bekasi berbusa akibat limbah industri.
“Udah dari tadi pagi ini berbusanya, saya kira ini karena adanya pencemaran limbah dari pabrik-pabrik yang salurannya dari arah Bogor menuju Kali Bekasi,” katanya, diberitakan Liputan6.com, Sabtu (18/3/2017).
Pemerintah Kota Bekasi tengah meneliti busa di kali. “Limbah ini sudah kita ikuti ternyata sudah dari Curug Parigi, Bantargebang. Vila Nusa Indah, Jatiasih, dan sampai dengan bendungan Plisdo yang berada di jalan M Hasibuan, Bekasi Timur,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Jumhana Lutfi.
Pihaknya pun sudah mengambil sejumlah sampel air dari pencemaran air tersebut. Dari hasil sementara, diketahui jika limbah yang menyebabkan air Kali Bekasi diselimuti busa setebal 10 sentimeter berasal dari salah satu pabrik yang berdiri d Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Kita sudah cek ternyata ini adalah limbah dari Kabupaten Bogor, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinas LH di sana. Rencananya Senin mendatang akan ada pertemuan dengan kita,” kata Jumhana.
Sampai saat ini, pihakya belum mengetahui apakah limbah yang mencemari air Kali Bekasi itu mengandung bahan kimia berbahaya, atau tidak.





